Sabtu, 28 Mei 2011

Bahaya Bepergian Ke Negara Kafir


Penulis: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan
Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kita dengan Islam. Dan yang memerintahkan kita semua untuk komitmen dengan Islam hingga kita sampai ke Darussalam ( negeri keselamatan di akherat ). Dan saya bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dialah Dzat yang maha mampu atas segala sesuatu. Dan saya juga bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rosul-Nya. Beliau telah memperingatkan kita selaku ummatnya dari segala sesuatu yang mendatangkan madhorot (bahaya) terhadap agama kita atau yang mengancam kemuliaan agama kita, baik berupa ucapan ataupun perbuatan, agar dengan agama ini, kita menjadi mulia di dunia dan bahagia di akherat. Sholawat serta salam semoga Allah senantiasa limpahkan kepada Nabi yang mulia yang tidak meninggalkan satu kebaikan kecuali beliau telah menunjuki ummatnya pada kebaikan tersebut. Dan tidak ada kejelekan satupun kecuali beliau telah memperingatkan darinya sebagai bukti kasih sayang beliau dan sebagai bentuk nasehat beliau kepada ummat ini. Semoga Alloh membalasi untuk beliau dari Islam dan kaum muslimin berupa sebaik-baik balasan dari balasan para nabi. Amma ba’du :
Wahai segenap manusia bertaqwalah kalian kepada Allah dan jagalah agama kalian. Wahai kaum muslimin sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa pada masa-masa ini terdapat gelombang kekafiran, penyimpangan dan rendahnya akhlak dan jeleknya perilaku yang menimpa Negara-negara luar negeri yang kafir. Adanya kekafiran pada Negara-negara tersebut amatlah nyata dan kerusakan padanya telah merata. Berbagai macam minuman keras, zina dan adanya prinsip bebas serta berbuat sekehendaknya dan seluruh perkara yang haram, kesemuanya itu merupakan menu harian tanpa penghalang  dan pembatas. Apabila keadaannya demikian dan bahkan lebih dari sekadar itu maka safar ( bepergian ) ke negara-negara yang demikian adalah sangat berbahaya bagi agama.
Sementara perkara yang paling berharga bagi seorang muslim adalah agamanya, lantas kenapa ia meski menghadapkan dirinya kepada perkara yang sangat berbahaya. Sekiranya seseorang itu memiliki harta dan ia mendengar bahwa  hartanya itu terancam suatu bahaya yang bisa melenyapkan hartanya itu, maka kamu akan lihat orang itu akan berusaha dengan sangat berhati-hati untuk menjaga hartanya. Maka bagaimana bisa kalau ia melihat bahwa harta itu lebih besar di pandangan matanya sementara itu ia menganggap sepele dan remeh agamanya  ?! berkata sebagian salaf :  “ Apabila kamu berhadapan dengan ancaman bahaya maka dahulukan ( korbankan )  hartamu bukan dirimu. Jika masih saja ada ancaman bahaya tersebut maka dahulukan ( korbankan ) dirimu bukan agamamu. … ya, yang wajib saat itu adalah mengorbankan dirinya jangan agamanya. Untuk itulah disyariatkan jihad yang ada padanya bunuh membunuh, hal itu dalam rangka menjaga agama. Karena manusia apabila hilang agamanya maka hilanglah segala-galanya. Dan apabila ia peduli menjaga agamanya maka ia pasti diberi kebahagiaan dan kesuksesan didunia maupun akherat.
Wahai kaum muslimin. Sesungguhnya safar ke negeri kafir terkhusus dizaman ini yang penuh dengan berbagai macam fitnah adalah tidak boleh kecuali pada keadaan tertentu yang sampai pada tingkat terpaksa dengan tetap berupaya menjaga diri dan berhati-hati dan menjauhi tempat-tempat kerusakan. Sehingga sekiranya seorang muslim tinggal disana maka sekadar karena terpaksa dengan tetap ia menampakkan ( menjalankan) agamanya, tetap menjaga sholat pada waktunya dan tidak berbaur dengan masyarakat yang rusak serta pergaulan teman yang jelek.  Manakala seorang muslim berupaya menjaga kemuliaan agamanya maka hal itu akan menambah kemulian bagi dirinya dan ketinggian bahkan dihadapan orang-orang kafir sekalipun. Sesungguhnya seorang muslim dalam membawa agamanya yang agung ini adalah mencakup seluruh kandungan maknanya yang baik dan perilaku yang terpuji. Benar dalam aqidah, bersih dalam keinginan, lurus jalan yang ditempuh , jujur dalam muamalah, tinggi diatas semua agama yang lain, sempurna dalam akhlak . Seorang muslim adalah seorang yang membawa agama yang sempurna yang Allah telah pilihkan untuk penduduk bumi semuanya hingga tegaknya yaumul qiyamah. Seorang muslim adalah orang yang menjadi contoh yang benar untuk kesempurnaan manusiawi. Sesungguhnya agama selain Islam adalah kerendahan dan mengembalikan manusia kepada kedudukan yang rendah dan celaka. Maka wajib bagi setiap muslim apabila terpaksa safar ke negeri-negeri kafir untuk membawa agama ini dengan sepenuh kenampuan, dan menampakkannya dengan berani dihadapan musuh-musuhnya yang mereka tidak mengerti hakekat agama ini, dengan tampilan yang sesuai sehingga iapun menjadi contoh yang baik bagi yang lainnya.
Sesungguhnya mayoritas orang yang pergi ke negeri-negeri tersebut (sangat disayangkan) justru menjadikan kesan yang jelek terhadap Islam dengan serbab perbuatan mereka dan polah tingkah mereka. Mereka menjadikan jelek dihadapan orang-orang yang tidak mengerti hakekat islam. Dan mereka menghalangi orang yang ingin mengerti dan mau masuk islam ketika melihat polah tingkah mereka yang membikin orang lari dari islam karena menyangka bahwa berarti islam identik dengan mereka ini.
Wahai kaum muslimin sesungguhnya pada negeri-negeri kafir terdapat fenomena peradaban yang palsu dan  mendorong dan menyeru pada fitnah yang menipu orang-orang yang lemah iman hingga hatinya pun terdecak kagum dan menganggap besar negara-negara kafir tersebut beserta penduduknya,  dan pandangannyapun  menilai rendah negara-negara islam dan kaum muslimin. Karena mereka melihat sebatas penampilan luar dari fenomena yang ada, tidak lagi melihat hakekat permasalahan. Maka negara-negara kafir itu walaupun sekiranya memakai sebuah penampilan gemerlap yang berkilau yang menipu namun penduduknya adalah orang-orang yang kehilangan sesuatu yang paling mulia yaitu agama yang benar, yang dengannya akan tenang dan tentram hati mereka, bersih jiwa mereka, terjaga kehormatan dan darah mereka dan terlindungi harta mereka. Sungguh mereka telah kehilangan itu semua maka apa gunanya fenomena kemajuan peradaban yang imitasi tersebut? aqidah mereka salah dan keliru, kehormatan mereka menjadi hina keluarga-keluarga mereka berantakan lantas apa guna penampilan bangunan yang mentereng seiring dengan rusaknya jati diri mereka selaku manusia ?
Wahai kaum muslimin : sesungguhnya musuh-musuh kalian membikin rencana-rencana untuk merampas harta-harta kalian dan merusak agama kalian dan untuk bisa mengatur kalian.  Allah Ta’ala berfirman :
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“ Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. ( Al Baqarah : 109 )
مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ
“ Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. ( Al Baqarah : 105 ) (foot note : 2)
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”. ( Al Baqarah : 217.)
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). ( An Nisa’ : 89 )
Sesungguhnya apabila kalian bepergian kepada mereka di negara-negara mereka maka mereka semakin memiliki peluang untuk menyimpangkan kalian dan menceburkan kalian dengan berbagai cara dan perantara hingga mereka mampu mencabut agama dari diri kalian atau setidaknya melemahkan agama pada diri kalian. Sungguh mereka menyebarkan promosi seruan kepada para pemuda muslimin di berbagai mas media koran dan majalah berupa pemgumuman tentang kemudahan mengadakan tour perjalanan wisata kenegara-negara mereka. Dan mereka menyiapkan bagi para pengunjung dari kaum muslimin berbagai sajian yang menipu mereka…. Yang tujuan mereka adalah merusak para pemuda dan menenggelamkan mereka dalam lautan syahwat selayaknya hewan sehingga nantinya  mereka kembali kenegeri muslim dengan membawa oleh-oleh kerusakan dan kehancuran maka orang-orang kafirpun semakin memiliki kesempatan menguasai kaum muslimin melalui tangan-tangan anak-anak muslimin sendiri. ( Na’udzubillah min dzalik)
Wahai segenap kaum muslimin, sungguh termasuk perkara yang sangat menyedihkan  dimana bepergian ke Negara-negara kafir telah menjadi kebanggaan sebagian kaum muslimin yang tertipu. Maka seorang diantara mereka bangga bahwa ia akan dikirim ke amerika atau anaknya akan belajar ke amerika atau ke london atau perancis. Ia bangga hal tersebut, tanpa berfikir akibat dibelakangnya. Dan tanpa memperhatikan berbagai bahaya yang mengancamnya yang akan mengoyak agamanya. … sebagian kaum muslimin bepergian bersama keluarganya untuk tinggal disana selama musim panas atau untuk rekreasi. Tanpa memandang lagi kepada hukum syareat tentang hukum bepergian tersebut apakah boleh ataukah tidak ? kemudian apabila mereka telah pergi kesana lantas meleburlah kepribadian mereka dengan orang-orang kafir. Seperti memakai pakaiannya mereka …. kalau sedemikian itu terjadi, sehingga menyebabkan adanya perubahan gaya penampilan luar lalu (apakah merasa aman ) dengan adanya perubahan bathinnya. Sungguh seorang muslim dituntut untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dimana saja berada dan untuk berpegang teguh serta komitmen dengan agamanya dan tidak takut akan celaan orang yang suka mencela dikala ia berjalan diatas jalan agama Allah. Kenapa mesti merasa rendah dengan agamanya ? sementara Islam adalah agama yang penuh kemuliaan dan ketinggian didunia dan akherat.
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
” Padahal kemuliaan itu hanyalah milik Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” ( QS. Al Munafiqun : 8 )
Sesungguhnya perilaku orang-orang kafir itu serta sikap mengikuti mereka adalah kehinaan, kerendahan dan kekurangan. Lantas kenapa seorang muslim mencari pengganti dan menukar suatu yang telah baik dengan sesuatu yang rendah dan jelek. Bagaimana bisa dia berganti posisi dari kemuliaan kepada kehinaan.. .. Termasuk perkara yang mengherankan adalah bahwa orang-orang kafir itu apabila datang ke negara-negara muslim mereka tidak merubah penampilan mereka dan tidak mengganti keadaan mereka, tetap sebagaimana sebelumnya. Sementara kita ( orang islam ) sebaliknya apabila kita pergi kepada mereka maka mayoritas kita berubah dari kebiasaan sebelumnya kepada kebiasaan orang kafir dalam hal berpakaian dan yang lainnya, sebagian orang beralasan bahwa kalau dia tidak demikian dia takutkan dirinya atau hartanya untuk diganggu. Ini merupakan alasan yang tidak bisa diterima. Karena kita lihat orang-orang yang tetap pada penampilan pakaian mereka semula dan menjaga kemulian agamanya merekapun tetap kembali dalam keadaan mereka penuh kemuliaan mereka tidak mendapat gangguan apapun. ( barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Allah jadikan baginya solusi jalan keluar baginya). Kalau sekiranya diterima alasan tersebut yang ternyata adalah alasan dari sebagian orang tidak diperhitungkan, maka tentu tidak bisa diterima kalau dari orang yang mereka memiliki kedudukan sebagai penanggung jawab dan orang yang keberadaannya sebagai orang yang dihormati oleh negara-negara, kalau seiring dengan itu mereka tetap merubah penampilan pakaian mereka …. Sungguh itu adalah sikap taqlid buta dan sikap tidak mau peduli. Laahaula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adzim.
Wahai segenap kaum muslimin : sesungguhnya bahaya bepergian ke negara-negara kafir sangat besar dan kerusakannya adalah amat banyak. Siapa yang bepergian ke negara-negara tersebut tanpa karena keadaan terpaksa hanya sekedar keinginan nafsu, sementara kecondongannya nafsu itu mengajak kepada yang jelek dan mengikuti orang yang tidak pantas untuk diikuti, maka dengan hal itu ia pantas untuk dihukum dan ditimpa musibah pada agamanya. Ada sebahagian orang mengirim anak-anaknya yang masih muda atau sebagian mereka membolehkan untuk mengirim mereka ke negara-negara kafir untuk belajar bahasa atau yang lainnya disana tanpa berfikir akibatnya dan tidak mempertimbangkan dampaknya, tanpa ada rasa takut kepada Alloh yang memberinya tanggung jawab terhadap anak-anaknya tersebut. Apabila anak-anak muda itu tetap berada dalam keadaan rawan dan bahaya disaat mereka masih tinggal di negeri-negeri kita sendiri yaitu ditengah-tengah kaum muslimin, lalu bagaimana lagi kalau mereka dikirim ke negara-negara kafir dan mereka hidup di sarang-sarang kerusakan dan komunitas kekafiran ? sungguh para pemuda dari anak-anak kita yang dikirim yang terbenam ditengah-tengah komunitas kafir untuk hidup tinggal lama bersama mereka disana, maka bisa dibayangkan bagaimana keadaan pemuda asing ditengah-tengah orang kafir ? apa yang akan tinggal dan tersisa pada dirinya dari agama dan akhlaknya ? maka bertaqwalah kalian kepada Allah tentang tanggung jawab terhadap anak-anak kalian janganlah engkau menghancurkan mereka dengan alasan mereka nanti akan belajar disana, padahal sungguh belajar itu bisa dilakukan disini dinegeri sendiri. Maka seperti bahasa bisa dipelajari disini tanpa harus berhadapan dengan bahaya.
Sementara pada bidang tertentu yang khusus maka tidak dikirim kesana kecuali orang-orang yang telah berumur dan orang yang kokoh aqidah mereka dan kuat akal mereka dengan disertai pantaun yang ketat terhadap mereka. Maka agama ini adalah perkara yang lebih pokok dari seluruh harta. maka adakah sesuatu yang tersisa setelah hilangnya agama. Bertaqwalah kepada Allah wahai segenap muslimin dan bersyukurlah atas pemberian Allah kepada kalian berupa nikmat yang paling besar yaitu nikmat Islam maka janganlah kalian menghadapkan pada sesuatu yang bisa menjadi sebab hilangnya nikmat ini. Jagalah agama kalian sehingga menjadikan terjaganya segala urusan kalian “ dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui terhadap apa yang kalian amalkan”
Saya berlindung kepada Allah dari syaithon yang terkutuk.
وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
“ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud : 113)
( Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Muhammad Rifai dari kumpulan khutbah Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan (Al Huthob Al Mimbariyyah 2/156)
—————————————————————————————————————————————-
1)  Allah Ta’ala  berfirman tentang kehidupan orang-orang kafir :
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ
“ dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” ( QS. Muhammad : 12 )
Dan janganlah kita tertipu dengan segala polah tingkah mereka dinegeri mereka, Allah berfirman :
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ .مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. ( yakni kelancaran atau kemajuan peradaban dan perdagangan serta dunia mereka ) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah seburuk-buruknya tempat. ( Ali Imran :196 – 197).
2) Allah Ta’ala  berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. ( Ali Imran :118)
Sumber: http://darussalaf.or.id

Sumber : http://abufadhilblora.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar